Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

bicara soal nyawa;

Gambar
berbalut pakaian putih tertutup dari ujung kepala hingga ujung kaki. mencoba mengobati, walau kadang dianggap tak berarti.   -sela- beraksesoriskan penutup mulut dari yang berwarna putih sampai hitam.   berkeliaran disekitaran pelosok dunia, mencari jatah kebahagiaan namun menentang kedisiplinan. jarak demi jarak tercipta bukan karna kemauan tapi paksaan jangan berangan unntuk ber iringan.  tapi ini memang keharusan.  -sela-   miris. satu persatu tumbang, tapi tak tumbuh. hiruk pikuk, serta tangis isak terdengar sampai keujung langit.   hanya pinta sederhana yang diharapkan: ikutilah.   karena, tak akan ada yang tahu kapan pertempuran ini akan selesai.      

Jarak, Persepsi atau Amin?

Banyak org bilang ketika sebuah hubungan terjauh,  jatuh saat kedua nya  berada di lokasi yg berbeda. Lalu, ada pula yg menyebut sebuah hubungan terjauh jatuh saat kedua nya tak memiliki persepsi yang sepadan. Tapi sepertinya ada satu hal yg blm orang - orang ketahui juga, bahwa sebuah hubungan terjauh ada saat kedua nya memiliki; amin yg berbeda.   Mungkin kalimat di atas terdengar seperti sebuah curahan hati yg di rasakan beberapa orang. Nampak seperti keluhan. Semestinya yg bisa diketahui banyak orang adalah, ketika dirinya mulai mengatakan itu artinya ia merasakan resah.   Mungkin awal mula kedua nya tak akan mempermasalahkan hal itu, karena menganggap bahwa “it’s everything will be okay”.   Tapi akhirnya hal itu tak bisa terus didiamkan. ketika ia didiamkan, justru akan terus mengisi relung pikiran dan hati.   dan, pada akhirnya keadaan yang mendesak untuk harus memikirkan dan mengcuapkan.   Ketika keadaan menyentil hal itu tepat di pucuk hat...