Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Tetap ada yang bisa berjalan Berdampingan.

Gambar
Dari semua hal yang terpisahkan di dunia ini, tetap ada hal yang bisa berjalan berdampingan. Termasuk dirimu, dan segala kenangannya akan tetap berjalan bersama, walau hanyalah sebatas kenangan.  Masa lalu, masa kini akan tetap terus berjalan bersamamu. Namun masing - masing dari mereka hanya sebagai obat pereda untuk dirimu.  Lalu? Bagaimana dengan masa depan? Apa akan terasa sesak ketika akan berjalan berdampingan denganmu? Tidak. Justru masa depan akan merasa senang bisa berjalan berdampingan dengan masa - masa yang telah terlewatkan bersama dirimu. Bila masa depan itu datang, pasti masa depan akan mengucapkan "Terimakasih" Sekedar terimakasih? Tentu tidak. Dibalik kata "Terimakasih" menyimpan banyak makna, yang tidak bisa dirimu bedah satu - persatu.  Tapi yang pasti, masa depan akan sangat bersyukur bisa berjalan berdampingan dengan dirimu, suatu saat nanti.  Karena dirimu, telah bertumbuh menjadi seorang manusia yang lebih tangguh dari...

Mengenai Jiwa Yang Berusaha Bertahan, Namun ditelan Kesakitan.

Menapakkan kaki, berjalan terus lurus. Tak ada penerangan, hanya kedua mata sebagai lampunya. Pikiran sebagai denahnya. Dan langit - langit sebagai penandanya. Berjalan terus, lalu terjatuh Luka, berdarah, lalu berdiri. Kembali berjalan, kemudian terjatuh lagi. Luka, berdarah di tempat yang sama. Namun kembali berdiri. Berjalan, dan terjatuh lagi. Lagi, dengan luka yang sama. Berdarah Berdiri, kembali Berjalan terseret - seret. Penuh luka, penuh darah. Satu tempat yang sama.  Sebuah tanda diberikan oleh sang penanda. Putih, bersih, bercahaya. Indah. Berhasil berjalan kembali, dengan pikiranku sebagai denah, dan mataku sebagai penerangnya.  Kaki kecil yang terseret - seret, berusaha untuk terus berjalan. Walau di sisi lain, jiwa berteriak seolah meminta untuk berhenti.  Semakin terang, semakin bersih Terseret, jatuh merangkak.  Dan tertutup, gelap, hilang, binasa;