Tengok Sebentar Lalu Pulang ya..

 Jogjakarta, kota yang meninggalkan banyak kisah dan kenangan. Mulai dari ujung sudut terjauhnya, sampai ujung sudut terdekatnya.

Deretan perstiwa ku dan mu terangkai rapi, di setiap sela - sela jalannya.

Sepasang mata terjaga setiap kali melewati sudut kota ini, berharap ditemukan lagi peristiwa yang terlewat. Kedua telinga terpasang dengan baik, seakan - akan hendak mendengar sayup suara peristiwa ku;mu. 

Langkah kaki kecil menelusuri, menapak perlahan jalanan Kota, sebuah Kota Kenangan, yang di dalamnya ada aku, kamu, dan pemeran lainnya. 

Gemerlap cahaya Kota Jogjakarta, yang mendukungku untuk terus berjalan;

satu, dua, tiga, empat; kulangkahkan kaki seperti jari - jari yang menari di atas piano. 


Jogjakarta, bagaikan sebuah buku diary, yang menyimpan sejuta kenangan cerita di dalamnya.

Menyusuri Kota Jogja, seperti sedang membuka buku diary, menyetel sebuah lagu klasik, dan duduk sambil membaca satu per satu tulisan itu. 

Kembali memori - memori itu bermunculan. Setangkap ingatan seperti menghampiriku, dan memulihkan lelah dan luka yang sedang terjadi. 

Memori itu, bagaikan obat lelah dikala aku membutuhkan waktu sendiri. 

Bagaikan obat penenang, ketika aku mulai jenuh, dan mulai kehilangan bayang - bayangmu, dan semuanya. 

Aku masuk, kembali kedalam kenangan peristiwa itu; melihat diriku sendiri, melihatmu, dan melihat banyak lainnya. 

Membuatku tersenyum, cukup semudah itu, berjalan mengelilingi Kota Kenangan. 

Sssh.. Cukup, setetes air jatuh, melewati keningku, melihat ke langit..

Nampaknya, sang awan menyuruhku untuk segera pulang, dan mengakiri perjalanan kenanganku kali ini.. 

Ya, aku tersenyum, dan juga tidak lupa untuk mengatakan, "Terimakasih Kota Kenangan; Jangan lelah untuk menjadi saksi peristiwa hidupku selanjutnya." 

Ini, memang waktu yang mungkin tepat. Kembali pulang, kembali pada realita hidupku, 

dan...

Tunggu aku sebentar ya; 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

sosok

Malam Kelam

sampai kapan aku kan bertahan