sosok

terucap satu persatu, bibir sebagai perantaranya pikiran sebagai logikanya, dan hati sebagai perasanya. 


hati dan pikiran tak sinkron

tapi bibir mencoba menyimpulkan sebisa mungkin. 


tangan dan tubuh sebagai penggerak tiap ucapan yang terlontar, mimik yang terlukis di wajah sebagai pendukungnya. 


manusia. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jarak, Persepsi atau Amin?

Tengok Sebentar Lalu Pulang ya..