Mengenal Diri Sendiri, Baru Mengenal Diri Orang Lain.

 Banyak macam cara seseorang mengenal dirinya..

Mulai dari bagaimana seseorang itu bersikap terhadap orang lain, cara seseorang itu bertutur kata, dan cara orang itu berpikir terhadap sesuatu hal. 

Banyak orang yang terkadang lupa akan dirinya sendiri, dan justru malah lebih memahami diri orang lain dibandingkan dirinya. 

Banyak orang yang kurang mengerti kekurangan dirinya sendiri, dan justru lebih memahami kekurangan orang lain. 

Banyak pula seseorang yang tidak bisa meng - introspeksi dirinya sendiri, justru lebih pandai untuk menyuruh seseorang meng - introspeksi diri. 


Semua itu terjadi begitu saja, dan secara tidak langsung diri kita lah yang menanamkan hal itu sendiri, yang berakibat buruk untuk diri kita. 

Tidak sedikit dari orang - orang yang merasa dirinya sudah lebih baik dari diri orang lain, disitulah justru seseorang terlihat bahwa orang itu kurang memahami dirinya sendiri. 

Bukan berarti, seseorang juga harus selalu merasa rendah dari pada orang lain. Tapi, sebisa mungkin kita harus menganggap seimbang antara diri kita dan diri orang lain. 


Coba kita lihat di dalam diri kita sendiri, apakah diriku sudah mengenal diriku sendiri ? 

Mengenal diri sendiri bukan berarti mengetahui tempat tanggal lahirku sendiri, warna kesukaanku, hobiku apa dan lain - lain yang mungkin tertulis dalam biodata seseorang. 

Mengenal diri sendiri adalah, dimana aku paham akan kekuranganku, aku paham akan kelebihanku, aku mengerti dan mau menghargai diriku, dan aku bersyukur atas apa yang selama ini ada yang kudapatkan dan terima. 

Selain hal itu dianggap mengenal diri sendiri, hal di atas juga membantu seseorang menghargai dirinya sendiri. 

Memang sih, hal itu cukup sulit bagi banyak orang, terutama saya sendiri sebagai penulis, yang harus ikut bertanggung jawab dalam mengatakan dan menyatakan hal tersebut. 

Tapi apa salahnya jika saya dan kalian semua yang membaca memulai untuk mengenal diri kita lebih jauh.. 


Benar sih, mengenal diri orang lain memang menyenangkan. Selain kita bisa mendapatkan relasi yang luas, kita juga bisa semakin memahami karakter seseorang dan semakin dekat dengan orang tersebut. Tapi tidak ada yang salah juga dengan mengenal diri sendiri, mungkin hal tersebut juga menyenangkan atau mungkin jauh lebih menyenangkan.

Sejauh ini, memang baru sedikit proses yang saya jalani dan rasakan, sehingga jika disuruh untuk mengatakan apa yang saya rasakan, sejauh saya sudah berjalan dalam pengenalan diri saya sendiri saya sudah cukup bisa menghargai usaha saya, apa yang saya lakukan, dan apa yang akan mau saya lakukan di selanjutnya. Meskipun, di tengah - tengah perjalanan juga pasti ada keluhan yang dirasa. Namun dengan  saya mencoba mengenal diri saya saat ini, saya jadi bisa lebih menghargai keadaan saya. 


Mungkin dari kalimat pembuka di atas, dikatakan mengenal diri sendiri mulai dengan cara kita bersikap kepada orang lain. Bisa dibilang, bahwa cara kita bersikap terhadap orang lain juga membantu kita mengenal bagaimana diri kita. Mungkin dengan kita yang baik terhadap orang lain, atau cuek terhadap orang lain, sampai kita yang pemilih kepada orang lain. 


Semua kriteria yang disebutkan di atas, pasti mengalir begitu saja dalam diri seseorang. Sehingga bisa disadari bahwa seseorang yang melakukan hal tersebut memang dominan memiliki sikap dan sifat seperti itu, namun juga tidak dipungkiri seseorang bisa merubah sikap dan sifat yang buruk menjadi lebih baik, tapi tetap ada prosesnya dan proses, namanya proses bukanlah sesuatu yang instan. 

Kalimat terakir pada kriteria cara bersikap sesorang terhadap orang lain adalah pemilih. 


Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan "pemilih" tapi jangan juga "pemilih" diartikan memilih - milih dalam hal kodrat atau jabatan, level dan sebagainya. 

Pemilih di sini, maksudnya, kita ber hak kok memilih seseorang apabila kita sudah melakukan pengenalan dengan mereka. Namun diingat memilih di sini bukan memilih berdasarkan gaya hidupmu dan hal serupa itu. 


Memilih di sini, kita memilih seseorang yang pas dan sejalur dengan passion kita, hobi kita, plan kita atau mungkin sesuatu yang tidak menghambat dirimu untuk berproses dan berkembang. Tidak ada salahnya dalam memilih, asal apa yang kamu dan kita pilih bisa sama - sama berjalan dengan diri kita untuk berproses menuju hal yang lebih baik. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepergian, dan Kehilangan.

Malam Kelam

Kemarin yang Menjadi Sekarang