Malam Kelam
Entah, apa yang terjadi. Tiap malamku telah menjadi malam yang kelam.
Entah sampai kapan rasa sesak di dada ini akan berakhir.
Hidupku, tak pernah tenang setelah kehilanganmu.
Nafasku rasanya selalu terhenti setiap mengingat hari itu.
Darahku, rasanya berhenti mengalir seketika.
Entah, mengapa pikiran itu selalu mengikutiku.
Air mata ini, jatuh untuk yang ke sekian kalinya. Sampai - sampai sudah tak bisa kuhitung.
Aku tidak percaya, sejatuh cinta ini aku padamu.
Perasaan itu, tidak bisa kupungkiri.
Tidak bisa kutolak.
Selalu kuhela nafasku, tiap rasa sesak itu muncul.
Kugenggam erat tanganku tiap kali pikiran itu muncul.
Melamun, terus melamun sampai lamunan itu hilang diterpa angin.
Rasa ingin berlari, jauh. Tidak ada satupun yang mengetahui.
Hilang, begitu saja. Tanpa harus meninggalkan jejak sedikitpun.
Ya hilang..
Entah sampai kapan rasa sesak di dada ini akan berakhir.
Hidupku, tak pernah tenang setelah kehilanganmu.
Nafasku rasanya selalu terhenti setiap mengingat hari itu.
Darahku, rasanya berhenti mengalir seketika.
Entah, mengapa pikiran itu selalu mengikutiku.
Air mata ini, jatuh untuk yang ke sekian kalinya. Sampai - sampai sudah tak bisa kuhitung.
Aku tidak percaya, sejatuh cinta ini aku padamu.
Perasaan itu, tidak bisa kupungkiri.
Tidak bisa kutolak.
Selalu kuhela nafasku, tiap rasa sesak itu muncul.
Kugenggam erat tanganku tiap kali pikiran itu muncul.
Melamun, terus melamun sampai lamunan itu hilang diterpa angin.
Rasa ingin berlari, jauh. Tidak ada satupun yang mengetahui.
Hilang, begitu saja. Tanpa harus meninggalkan jejak sedikitpun.
Ya hilang..
Komentar
Posting Komentar