Aku Pemeran Utamanya;

 -2

Terkadang aku berkeras hati, bukan berarti tak mau mengalah.

Aku mengeraskan hati, agar aku tak selalu diremehkan.

Terkadang menutup telinga, agar tak mendengar omongan orang.

bukan berarti tak mau memahami perasaan orang lain.

Aku menutup telinga, agar hatiku tidak semakin terluka dalam.

Terkadang aku menutup mulutku sendiri, bukan berarti kehabisan kata.

Aku menutup mulut, karena aku lelah menjawab kesalahan dengan kebenaran.

Terkadang aku hanya bisa tersenyum, namun juga menangis dengan diriku sendiri

Karena setiap kali dihadapkan banyak orang, kurasa menangis bukanlah solusi terbaik.

 

Aku adalah pemain utama di dalam diriku sendiri,

sedangkan orang lain adalah pemeran bantunya. Bukan berarti tak berarti.

Tapi aku lah yang mempunyai kendali luas atas hidupku.

 

Itulah sebabnya, tak semua orang pantas melihat kesedihan orang lain,

tak pantas melihat tangis orang lain.

Karena terkadang tangisan dan kesedihan yang orang lain saksikan,

hanya sebagai bahan dongengan untuk orang lain,

sebagai pemuas kebahagiaan orang lain.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepergian, dan Kehilangan.

Malam Kelam

Kemarin yang Menjadi Sekarang