Andai Waktu Dapat Kuputar

Jika saja, aku tahu bahwa dunia akan sekeras ini padaku. Mungkin tak akan aku sia - siakan hariku dulu.
Jika harus kuingat satu persatu, mungkin tak akan pantas rasanya aku berada di dunia ini sekarang.

Andai saja, aku bisa memutar balik waktu.
Andai saja, aku bisa berjalan mundur untuk mengulang yang dulu pernah berlalu.

Tapi inilah kenyataan.
Tak ada yang bisa diputar kembali.
Tak ada yang bisa di undur untuk mengulang.

Bila saja, semesta memberikanku kesempatan kedua. Mana mungkin akan kusia - siakan kesempatan itu.

Yang ada, yang kulakukan memperbaikinya. Menatanya kembali.
Kadang pun aku tidak tahu mengapa semesta tak pernah sejalan denganku.
Dan tak jarang juga, semesta tidak berpihak padaku.

Jika saja, aku tahu apa maksud dari semesta sedari awal.
Setiap hari, setiap waktu, setiap pergerakan tubuhku akan kuberikan sesuatu yang paling terbaik dari diriku.

Tapi, apa yang bisa kulakukan sekarang? Aku tidak bisa mengulang waktu. Aku tidak bisa berjalan mundur.
Hanya ada bekas - bekas penyesalan di dalam diri ini.

Ya, itulah hidup. Kadang apa yang kita inginkan tak pernah sejalan dengan semesta ini. Entah siapa yang egois. Aku apa Semesta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sosok

Malam Kelam

sampai kapan aku kan bertahan