Bunga Tidur
Tidak ada yang lebih indah dari mimpi semalam.
Mendengar suaramu, mendengar tawamu. Ya itu yang kumau.
Tak pernah lagi aku merasa sebahagia itu setelahmu pergi.
Suara lembutmu, sapaan hangatmu..
Terdengar hangat di kupingku.
Tidak ada yang berubah dari dirimu, tetap terasa sama seperti milikku.
Kudengarkan lembut suaramu, bagaikan alunan musik di malam hari.
Kuperhatikan satu persatu tiap kata yang kau ucap, bagai lantunan sebuah puisi indah.
Aku tidak bisa terbangun dari mimpi indah itu..
Tapi kurasa, bukan tidak bisa. Namun aku tak mau.
Tak mau harus mengetahui bahwa semua itu hanya sebuah bunga tidurku.
Aku hanya ingin seperti ini. Mendengarkanmu, memahami setiap kata dan ucapanmu.
Memperhatikan tiap tawa candamu.
Menjadi salah satu orang yang akan berjanji slalu ada di sampingmu.
Huh.. aku, tidak menyangka.
Seberkas cahaya masuk menusuk kedua mataku. Membangunkan tidurku dari malam indahku.
Apa? apa ini hanya sebatas mimpi?
Mimpi semu, yang tidak akan menjadi nyata?
Mengapa? Mengapa harus terbangun?
Mendengar suaramu, mendengar tawamu. Ya itu yang kumau.
Tak pernah lagi aku merasa sebahagia itu setelahmu pergi.
Suara lembutmu, sapaan hangatmu..
Terdengar hangat di kupingku.
Tidak ada yang berubah dari dirimu, tetap terasa sama seperti milikku.
Kudengarkan lembut suaramu, bagaikan alunan musik di malam hari.
Kuperhatikan satu persatu tiap kata yang kau ucap, bagai lantunan sebuah puisi indah.
Aku tidak bisa terbangun dari mimpi indah itu..
Tapi kurasa, bukan tidak bisa. Namun aku tak mau.
Tak mau harus mengetahui bahwa semua itu hanya sebuah bunga tidurku.
Aku hanya ingin seperti ini. Mendengarkanmu, memahami setiap kata dan ucapanmu.
Memperhatikan tiap tawa candamu.
Menjadi salah satu orang yang akan berjanji slalu ada di sampingmu.
Huh.. aku, tidak menyangka.
Seberkas cahaya masuk menusuk kedua mataku. Membangunkan tidurku dari malam indahku.
Apa? apa ini hanya sebatas mimpi?
Mimpi semu, yang tidak akan menjadi nyata?
Mengapa? Mengapa harus terbangun?

Komentar
Posting Komentar